Filed under: Uncategorized
ga bersisa _@ the end
kepompong itu ga sempat bermetamorfosis menjadi kupu
mungkin tepatnya, layang-layang tak sempat rasakan sejuknya angin sore
belum pula selesai apa yang seharusnya terlukis di atasnya,
tidak ada benang gelasan
pun anak laki-laki kecil yang tertawa senang memainkannya
tergeletak saja,
–tak bertuan
kamu menjadi sesuatu yang cukup serius untuk ditangisi..
romantisme semu yang ga pernah benar-benar ada
*gawat
-end
terpaksa ku tampar, ingin kau berpijak pada hanya yang nyata saja
maaf, apakah terlalu keras jatuhnya pada pipi dan hatimu
mengapa kau menangis, mengapa tatapanmu lara
..
tidak apa-apa, im okay..
terima kasih, tamparan yang indah
air mata dan lara adalah simpul yang terikat kuat
sepasang yang saling setia
soon, akan menjadi senyuman
..
harapnya selalu
-end
memeluk kesedihan orang lain untuk meredam kesedihan yang berteriak-teriak
membangkitkan kedukaan lebih dalam dengan sedikit harapan akan menjadi senyuman, ntah diujung bibirku, bibirmu, atau bibir-bibir lain yang menggigit pedih
-end
sums dat start aint rite will never be rite as finished line
further, sums never knew if there is finished line somewhere out there
coz in fact d start’s just a fake away
mindtrick created for just a pick of happiness
whats easily in would never be in vise versa
those rare moments means something (read: owner of something is me)
-end