Lately across mind


some august
November 30, 2007, 1:19 am
Filed under: Uncategorized

ga bersisa _@ the end
kepompong itu ga sempat bermetamorfosis menjadi kupu
mungkin tepatnya, layang-layang tak sempat rasakan sejuknya angin sore
belum pula selesai apa yang seharusnya terlukis di atasnya,
tidak ada benang gelasan
pun anak laki-laki kecil yang tertawa senang memainkannya
tergeletak saja,
–tak bertuan

kamu menjadi sesuatu yang cukup serius untuk ditangisi..
romantisme semu yang ga pernah benar-benar ada
*gawat

-end

terpaksa ku tampar, ingin kau berpijak pada hanya yang nyata saja
maaf, apakah terlalu keras jatuhnya pada pipi dan hatimu
mengapa kau menangis, mengapa tatapanmu lara
..
tidak apa-apa, im okay..
terima kasih, tamparan yang indah
air mata dan lara adalah simpul yang terikat kuat
sepasang yang saling setia
soon, akan menjadi senyuman
..
harapnya selalu

-end

memeluk kesedihan orang lain untuk meredam kesedihan yang berteriak-teriak
membangkitkan kedukaan lebih dalam dengan sedikit harapan akan menjadi senyuman, ntah diujung bibirku, bibirmu, atau bibir-bibir lain yang menggigit pedih

-end

sums dat start aint rite will never be rite as finished line
further, sums never knew if there is finished line somewhere out there
coz in fact d start’s just a fake away
mindtrick created for just a pick of happiness
whats easily in would never be in vise versa
those rare moments means something (read: owner of something is me)

-end



partsatuduatiga
November 26, 2007, 10:27 pm
Filed under: Uncategorized

partsatu
sepi senyap ruang hati. luka lama, luka baru, goresan-goresan yang meninggalkan bekas. carut marut.

partdua
apa suara-suara itu mendekat, atau hanya gema dari luar sana. terlalu banyak rongga hingga ku dengar semua percakapan tentang hidup, tentang cinta, dan pengharapan.
dari potongan-potongan yang tersatukan itu, membentuk sesuatu yang abstrak berwujud kehilangan…..

parttiga
sebaiknya tidak membawa sesuatu yang berharga ketika bepergian ke tempat-tempat rawan atau berbahaya (katanya orang-orang -just in case..)
kataku, jangan bawa hatimu masuk ke tempat terlarang. terpasung di sana, kau kan tertatih keluar, menahan kucuran darah dengan tanganmu yang tidak terlalu besar. ini daerah terpencil, rumah sakit terdekat ada di desa sebelah, ratusan kilometer dari sini. butuh ratusan hari perjalanan dengan kondisi lemahmu. sementara kuperban dengan sedikit kain tersisa ini. paling tidak masih cukup waktumu bersyukur untuk hidup yang entah masih berapa lama lagi. tapi, tunggu! jantungmu masih berdetak teratur, sesekali kehilangan ritme saat nyeri menyeruak. kau akan hidup. tanpa hatimu, sementara. ruang-ruang kosong itu akan bergema tersentuh suara-suara indah tak berupa. pada hari yang ditentukan rupa itu akan berdiri di depanmu, meminjamkan hatinya agar separuhnya dapat kau gunakan. tanpa syarat, sampai akhirmu…

_just last nite